Sejarah Indonesia dan Peranan NU

Judul                : NU DAN PANCASILA

Penulis              : Pdt. Einar M. Sitopul, M.Th.

Penerbit            : Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Cet                   : Pertama, 1989

Tebal                : 271 hlm.

Harga               : Rp. ,

 

Tak dapat disangkal oleh siapapun, bahwa NU sebagai suatu organisasi para Ulama Muslim, sejak awal munculnya gerakan kemerdekaan bangsa telah memberikan sumbangan besar, baik berbentuk pemikiran (ideologis) maupun gerakan (tenaga) bagi tercapainya cita-cita bangsa yang terwujud dalam proklamasi kemerdekaan Negara RI sampai pada saat pengisian kemerdekaan dengan pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.

 Karya ilmiah yang di tulis oleh Einar M. Sitompul ini sejatinya wajib dibaca oleh semua masyarakat Indonesia, muda maupun tua, dari sabang sampai merauke, baik yang beragama muslim maupun non-muslim (agama) yang diakui dalam negeri tercinta ini. Karena dengan memahami sejarah susah payahnya mendirikan bangsa – dan bagaimana perjuangan membebaskan dari tekanan kolonial bukanlah semudah mengeluarkan kebijakan pemerintah, atau bahkan sekedar demonstrasi.

 

Dengan menelaah buku ini dengan baik, pembaca akan tahu tentang siapa yang saja merintis berdirinya bumi pertiwi ini. Sehingga dengan pengetahuan tersebut – diharapkan akan tahu kemana cita-cita bangsa ini harus diarahkan, yaitu memerdekakan seluruh warga negaranya, bukan malah menindas.

———-*********————–

Tahukah engkau – warga NU sampai hari ini – ijazah di sekolah-sekolah mereka (madrasah-diniah, ibtidaiah, stanawiah dan ‘aliah) masih belum dapat diakui di departemen pendidikan dan kebudayaan negeri ini, sebelum mereka ikut persamaan sebagaimana pendidikan yang diberikan oleh Colonial. Padahal, mereka sangat banyak berjasa membangun keutuhan bangsa dan negeri pancasila ini. Para lulusan dan tamatan pesantren dengan tanpa digaji, mereka mengabdi dimasyarakat. Mereka tidak pernah menuntut bayaran dari para santri-santri yang ikut ngaji di pesantrennya.

———*******———-

Jika bangsa dan negeri ini ingin maju dan diberkahi Allah SWT, pemerintah dan khususnya DIKNAS harus meminta maaf kepada keluarga santri (ponpes) yang sejak lama telah didiskriminasi. Padahal mereka pahlawan sejati. Penulis yakin, mereka rela sepenuh hati mendermakan ilmu dan pengabdiannya pada masyarakat hanya mencari ridla Allah SWT. Akan tetapi Allah SWT juga tidak akan rela jika para pejuang agama dan pendamping masyarakat yang dengan tulus itu di dzalimi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s