Pandangan Kaum Muda~ Gadis-gadis Israel dan Palestina Berbagi cerita, Membangun Persahabatan

Santa Fe, New Mexico – Menghadiri kemah musim panas Kreativitas untuk Perdamaian dua tahun lalu merupakan salah satu pengalaman yang paling bermakna dan tak terlupakan dalam hidup saya. Kreativitas untuk Perdamaian merupakan program selama setahun yang menyatukan gadis-gadis Arab dan Israel selama tiga minggu di AS untuk mempromosikan pemahaman dan penghargaan dengan janji bahwa mereka akan kembali ke wilayah Israel dan Palestina dan terus memperkuat ko-eksistensi berdasarkan pada nilai-nilai dan keterampilan komunikasi yang dipelajari di perkemahan.

Pengalaman ini membantu menerjemahkan pikiran-pikiran saya ke dalam tindakan. Ini bukan sekadar perkemahan untuk membantu menciptakan hubungan antara gadis-gadis Yahudi Israel dan gadis-gadis Palestina yang tinggal di Israel, West Bank dan Gaza, tapi juga membantu kami menciptakan realitas perdamaian kami sendiri di Santa Fe, New Mexico.

New Mexico adalah salah satu tempat yang paling tenteram dan indah yang pernah saya kunjungi. Orang-orang Palestina tiba sehari lebih dulu dari kami dan saya yakin saya akan bangun pagi berikutnya dengan seseorang berpakaian hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki di tempat tidur di samping saya. Memandang ke belakang, saya menyadari bahwa setiap prasangka atau kesempitan pikiran yang saya bawa tertinggal di sana, di Santa Fe, pada akhir dari tiga minggu perkemahan saya.

Saya merupakan satu dari 13 gadis: Enam Yahudi, tiga Arab Israel, dan empat Palestina. Kami semua berusia antara 15 hingga 18 tahun. Ketika kami mulai terhubung satu sama lain melalui diskusi, seni kreatif dan musik, saya mempelajari hal-hal baru tentang diri saya sendiri, orang-orang saya, negara saya dan tetangga “sebalik dinding” saya, juga tentang harapan, cinta, persahabatan, dan mendengarkan. Pendeknya, saya belajar tentang perdamaian.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasakan perdamaian.

Satu malam, saya sedang duduk di bangku, berbagi pikiran dan perasaan terdalam saya dengan teman baru saya dari Palestina, Hiba. Dia menoleh dan mengatakan, “Jika kita benar-benar ingin, dan jika kita saling berpegangan tangan, kita bisa meruntuhkan dinding ini.” Kata-katanya membuat saya merinding.

Meskipun perkemahan Santa Fe ini dimulai sebagai sebuah peluang untuk dialog dan meskipun saya datang ke perkemahan ini dengan harapan membuat perbedaan, kata-katanya mengubah seluruh pandangan saya. Saya tidak akan melupakan kehangatan dan perhatian yang terpancar dari Hiba. Saya sadar bahwa ada orang-orang di “sisi lain” yang menginginkan perdamaian seperti saya. Ini membuat saya percaya bahwa kedua negara bisa hidup berdampingan daripada dipisahkan oleh dinding.

Perkemahan itu membuat kami mengatasi masalah-masalah sulit. Sepanjang sesi dialog kami, sulit untuk mendengar orang lain menyalahkan saya dan orang-orang saya untuk kesengsaraan mereka. Menyakitkan hati saya mendengar cerita-cerita mereka tentang tank-tank kami, para tentara dan senjata kami secara terus-menerus mempengaruhi kehidupan gadis-gadis di sisi lain “garis hijau”. Sulit mendengar hal-hal seperti, “Sepanjang pengetahuan kami, tentara itu buruk, dan semua orang Israel adalah tentara.”

Tapi ketika saya mempelajari tentang perdamaian, begitu juga gadis-gadis yang lain.

Kami belajar untuk tidak menyalahkan diri kami sendiri atau saling menyalahkan untuk masalah-masalah yang tidak kami ciptakan. Kami bahkan belum lahir ketika konflik itu dimulai, jadi kami tidak bertanggung jawab untuk tindakan pemerintah kami. Kami bukan orang-orang yang mengirimkan tentara atau pengebom bunuh diri untuk membunuh penduduk sipil tak bersalah.
Tapi kami memiliki kewajiban dan kami memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari masa lalu dan menjalani hidup di masa sekarang, membentuk masa kini menjadi apa pun yang kami inginkan.

Pulang ke Israel tidak mudah karena saya harus berpisah dengan teman-teman baru saya. Saya pulang, dipenuhi dengan pikiran-pikiran, perasaan dan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Kami semua masih bertemu setiap beberapa bulan dengan batnuan Kreativitas untuk Perdamaian. Kami mendiskusikan hampir segalanya dan mengenang serta kembali saling berhubungan. Kami tidak punya cara lain untuk bertemu di samping pertemuan-pertemuan ini.

Dalam menciptakan persahabatan baru antara pemuda Israel dan Palestina, perkemahan ini telah berhasil menignkatkan setiap aspek kehidupan saya. Saya telah belajar untuk mendengarkan “antara” (the other), untuk mengungkapkan diri saya dengan cara yang benar, dan untuk membuka diri saya terhadap ketidaktahuan. Seperti yang dikatakan Gene Knudsen Hoffman, seorang aktivis perdamaian Quaker, “Musuh adalah orang yang ceritanya belum kaudengarkan.” Jadi, dengan mempelajari cerita gadis-gadis ini, saya dapat mengenal mereka lebih baik dan menjadi sahabat sejati.

Perdamaian harus dan akan datang dari rakyat, bukan dari pemerintah. Kita harus siap untuk menerima satu sama lain. Masalah ini tidak boleh diserahkan ke tangan 120 anggota Knesset; kita memerlukan seluruh negara untuk menjadi kreatif. Siapapun yang memiliki kesempatan untuk terlibat dalam dialog – dalam kerangka apapun – terutama dengan orang-orang dari sisi lain dinding, lakukanlah!

Tidak ada hadiah yang lebih besar daripada menerima seseorang apa adanya. Ini memberi Anda hadiah berekonsiliasi dengan “antara” (the other) dan dengan diri Anda sendiri.

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 1 Desember 2008, www.commongroundnews.org
Telah memperoleh hak cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s