Negara-negara Muslim: kunci bagi pemulihan ekonomi?

Editorial the Jakarta Globe
 
Jakarta – Para delegasi dan pembicara pada Forum Ekonomi Islam Dunia yang Kelima, yang berlangsung antara 2 hingga 4 Maret lalu di Jakarta, dipenuhi dengan gagasan-gagasan baru untuk menyelesaikan krisis keuangan dan ekonomi global yang masih berlangsung ini. Hampir semua perwakilan dari 38 negara yang hadir pada forum tersebut membahas isu tersebut.

Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, membuka acara tersebut dan mengarahkan pidatonya untuk membahas perekonomian global. Ia mengatakan bahwa dunia harus menguatkan diri untuk menghadapi saat-saat yang lebih berat.

Yudhoyono menyangkal teori bahwa Asia telah terpisah dari Barat dan akan lolos dari amukan krisis yang dimulai dengan kejatuhan pasar perumahan di Amerika Serikat yang merambat dengan ke hampir semua wilayah di dunia ini. “Kejatuhan sektor finansial hanyalah satu tantangan yang dihadapi dunia saat ini”, katanya, “ada tantangan lain yang tak kalah besarnya yaitu perubahan iklim, juga masalah keamanan energi dan makanan.”

Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah itu terletak pada inovasi, solidaritas di antara bangsa-bangsa Muslim dan pengembangan sumber-sumber energi baru. Termasuk dalam urutan atas daftar tersebut adalah mempertahankan sistem perdagangan bebas dan kemudahan mengalirkan modal. “Hal terburuk untuk dilakukan sekarang adalah menjadi proteksionis”, tegas Yudhoyono di hadapan para peserta.

Namun, pertanyaannya bagi bangsa-bangsa Muslim adalah apa yang dapat mereka tawarkan kepada dunia ini?

Dunia sangat membutuhkan solusi bagi kejatuhan ekonomi global yang kini dihadapinya. Gagasan baru tak banyak tersedia dan arahan baru sangat dibutuhkan. Dunia sangat ingin mendengar suara jernih yang berasal dari dunia Muslim.

Dan bangsa-bangsa Muslim, khususnya yang berada di Timur Tengah, mempunyai banyak hal yang bisa ditawarkan.

Mereka memiliki cadangan valuta asing yang sangat besar yang terkumpul berkat harga minyak yang tinggi selama berpuluh-puluh tahun. Secara potensi, jumlah uang yang sangat besar ini dapat digunakan untuk membangkitkan kembali sistem keuangan global. Negara-negara Muslim juga memiliki praktik-praktik unik seperti perbankan Islam yang dapat memberi sumbangan positif bagi pemulihan ekonomi global. Yang terpenting, dunia Muslim memiliki semangat untuk melakukan bisnis yang tidak selalu didasarkan pada keuntungan. Muslim memiliki nilai-nilai yang bisa mendorong mereka untuk menggunakan bisnis sebagai sumbangan bagi pembangunan sosial.

Namun, tantangan terbesar bagi negara-negara Muslim adalah mengembangkan keberanian mereka untuk membuat keputusan-keputusan yang sulit dan menentukan. Kesempatan seperti ini sering muncul pada saat-saat sulit dan negara-negara Timur Tengah harus berani mengambil risiko yang cermat serta memiliki visi yang jelas untuk masa depan. Mereka harus bersedia untuk membuat taruhan– dan tak ragu lagi satu taruhan mesti diletakkan pada Indonesia, negeri yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan pasar dalam negeri yang besar.

Negara-negara Muslim yang memiliki cadangan valuta asing besar dan neraca keuangan yang sehat seharusnya juga mengambil peran strategis dalam lembaga-lembaga keuangan global agar mereka dapat mempengaruhi dan membentuk sebuah arsitektur keuangan baru.

Yudhoyono harus dipuji karena menyisihkan banyak waktu untuk memastikan para penanam modal dari Timur Tengah tertarik pada Indonesia. Dua hingga tiga tahun ke depan kita akan melihat lahirnya satu aliansi baru antara negara Muslim terbesar di dunia dengan Negara Timur Tengah yang kaya raya.

Bersama-sama, Asia dan Timur Tengah bisa membantu mendorong pemulihan ekonomi global.

###

* Editorial The Jakarta Globe ini disebarluaskan oleh Kantor Berita Common Ground (CGNews) dengan izin.

Sumber: Jakarta Globe, 3 Maret 2009, www.thejakartaglobe.com
Telah memperoleh izin untuk publikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s