PBNU dan Suara Pemilu

Sumber: Koran Sindo (17/03)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan kriteria partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) yang ideal bagi nahdliyin.

MenurutKetuaUmumPBN UKHHasyimMuzadi, penetapankriteria parpol dan caleg pada Pemilu Legislatif 9 April mendatangpentingunt ukdijadikanpedom anolehsemuawarga NU. Dia beralasan,ada partai dengan ideologi tertentu yang nantinya punya potensi mengancam keberadaan NU.

Karena itu,PBNU berinisiatif mengarahkan suara warga NU atas parpol yang bisa membawa aspirasi organisasi masyarakat terbesar ini.”Dengan khitah,kita dulu terkungkung dalam PPP.Tetapi dalam situasi sekarang adalah antara kebebasan dan tanggung jawab agar tidak bertabrakan dengan khitah dan merugikan kita sendiri.

Kebebasan ini kita gunakan atau digunakan orang,” ujar Hasyim di Gedung PBNU, Jakarta kemarin. Selain akan membahas parpol dan caleg, Hasyim juga menyatakan akan menentukan kriteria calon presiden (capres) yang cocok bagi NU. Pembahasan tiga hal tersebut akan dibicarakan dalam sebuah pertemuan dengan PWNU, di samping agenda persiapan Muktamar dan masalah aktual lain.

Dia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melarang penggunaan atribut dan lambang NU oleh caleg maupun parpol tertentu dalam kampanye.Sebab, hal itu membuat partai yang berlatar NU lainnya melakukan protes atau keberatan. ”PBNU sendiri secara tegas tidak mengizinkan penggunaan lambang NU untuk kepentingan kelompok tertentu,”ujarnya.

Sementara untuk pilpres,Hasyim menegaskan,dia akan belajar dari pengalaman Pemilu 2004 lalu. Dia tidak akan mencalonkan diri kembali, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.Menurutnya ,pengalaman keterlibatannya menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri menimbulkan banyak friksi di internal NU.

Ketua PBNU bidang Politik Ahmad Bagdja menjelaskan, pertemuan PBNU dan PWNU sangat dibutuhkan terutama terkait masukan dari daerah tentang kondisi riil di lapangan menjelang pemilu. Pihaknya akan menampung masukan tersebut untuk kemudian merumuskan sikap. ”Dalam forum kali ini,kita lebih banyak mendengar,”katanya.

Ketua PBNU lainnya, Masdar Farid Mas’udi mengatakan, PBNU perlu menegaskan netralitasnya terhadap semua partai politik peserta pemilu tanpa kecuali. ”Bentuknya, salah satunya melarang penggunaan simbol maupun atribut ke NU-an untuk kepentingan kampanye perorangan (caleg) maupun partai,”tandasnya.

Kepada para nahdliyin yang berpolitik,seperti menjadi caleg parpol tertentu, Masdar berpesan agar menjaga sikap dalam kampanye. Kesantunan harus dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan walau beda haluan politik.” Kami mengajak semua pihak,khususnya warga nahdliyin untuk menghindari ucapan atau sikap atau tindakan yang dapat mengganggu persatuan antar sesama warga bangsa,”ungkapnya. (dian widiyanarko)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s