Kerjasama AS-Iran: Kapan dan bagaimana?

Kerjasama AS-Iran: Kapan dan bagaimana?
Ahmad Sadri
 
Chicago, Illinois – Pada hari Nowruz, hari ketika rakyat Iran merayakan datangnya musim semi dan tahun baru Iran, Presiden AS Barack Obama mengambil kendali kebijakan luar negeri Amerika terhadap Iran dan mengkomunikasikan niatnya untuk membuat kebijakan baru yang berbeda dengan kebijakan masa lalu yang terbukti gagal. “Pemerintahan saya berkomitmen untuk menjalankan diplomasi yang mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi”, kata Obama dalam pesan videonya kepada rakyat Iran.

Tapi mengingat pemilu presiden Iran akan dilangsungkan pada bulan Juni mendatang, maka tantangan sesungguhnya bagi AS adalah menentukan kapan dan bagaimana cara meningkatkan hubungannya dengan negara tersebut.

Obama memahami bahwa Amerika dan Iran bisa banyak menemukan titik temu dalam persoalan Irak dan Afghanistan, pun dalam bidang lain di mana keterlibatan konstruktif dapat memberikan hasil yang nyata bagi kedua pihak. Awal bulan ini Hillary Clinton, Menteri Luar Negeri AS, mengumumkan rencana pemerintahnya untuk mengundang Iran ke satu konferensi mengenai Afghanistan. Pertemuan yang dijadwalkan minggu depan ini bisa menjadi awal kerjasama antar dua negara.

AS dan Iran, misalnya, bisa bekerja sama untuk mencegah perdagangan obat terlarang dari Afghanistan ke Iran, dan dari sana ke negara-negara lain di dunia. Masyarakat internasional akan menyambut upaya semacam itu karena akan membantu mengurangi perdagangan opium ke seluruh dunia. Menghentikan pengedar obat terlarang juga bisa mengatasi masalah politik yang dihadapi langsung oleh kedua negara karena bisa menghentikan sebagian kelompok Taliban yang mengambil keuntungan dari penjualan semacam itu.

Membawa hukum dan peraturan ke perbatasan barat Iran, di mana tentara dan polisi Iran kalah dalam persenjataan, jumlah dan taktik dari para penyelundup yang agresif, akan melemahkan atau mengurangi peredaran obat terlarang. Sebagian dari operator lokal ini bersekutu dengan Al Qaeda, yang membiayai kampanye teror melawan AS dan Iran, serta populasi Syiah di Pakistan dan Irak.

Pengumuman mengenai ketertarikan Amerika untuk mengirim transportasi yang memadai, alat pengintai dan perangkat komunikasi ke wilayah-wilayah Iran yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan, di mana “perang terhadap obat terlarang” lebih dari sekadar metafora, akan sangat populer di kalangan masyarakat sipil Iran.

Panen opium besar-besaran yang berturut-turut serta aliran obat terlarang yang bisa dikatakan bebas ke Iran telah menjatuhkan harga heroin di provinsi barat Negara ini hingga lebih rendah dari harga rokok. Ini menyebabkan banyak rakyat Iran yang menderita kecanduan heroin. Banyak rakyat Iran, termasuk saya, yang telah menyaksikan kesia-siaan dan kematian para pemuda dalam keluarga mereka yang disebabkan oleh tersedianya obat terlarang dalam jumlah besar dan harga amat murah.

Kerjasama yang paling prospektif dalam hubungan Iran-Amerika menurut saya adalah kerjasama antara pakar dari kedua negara untuk mengatasi masalah bersama.

Tapi sebelum kerjasama seperti ini bisa dilakukan, hubungan diplomasi harus dipulihkan terlebih dahulu. Tidak diragukan lagi bahwa sikap yang baik akan terdengar lebih nyaring daripada sekedar janji kerjasama. Semua pendekatan diplomasi harus dikombinasikan dengan beberapa tindakan nyata. Setelah kehilangan kesempatan selama tiga dekade, rakyat Iran dari semua aliran politik selalu mencurigai adanya maksud tersembunyi dalam pernyataan yang disampaikan oleh para pejabat pemerintahan Amerika.

Di samping itu, selalu ada pertanyaan menjengkelkan tentang memilih juru bicara yang tepat untuk negosiasi.

Setelah menyampaikan pesan video ini, bila Obama mengulurkan tangan langsung kepada Ayatollah Ali Khamenei, ia akan tampak melangkahi parlemen dan presiden yang terpilih secara demokratis. Tetapi resiko pun akan bertambah bila ia mendekati Presiden Dr. Mahmoud Ahmadinejad dari garis keras karena berarti ia membuka negosiasi dengan pemimpin yang sebetulnya sudah tidak lagi memiliki kekuasaan besar di Iran dan sedang dalam periode terburuk masa kepresidenannya. Bila Obama melakukan ini, ia akan memperkuat kemungkinan Ahmadinejad untuk terpilih kembali.

Tapi, Obama juga tidak bisa menunggu hasil pemilu Juni mendatang karena niat baik yang ada sekarang bisa saja menghilang secara drastis. Padahal niat baik itu penting untuk melakukan negosiasi dengan partai konservatif, seandainya mereka menang dalam pemilu nanti.

Pilihan terbaik adalah mengirimkan sinyal niat baik itu melalui pengiriman seorang anggota kongres yang datang kesana untuk berdialog dengan anggota legislatif Iran.

Terlepas dari kepada siapapun Obama menyampaikan kata-katanya, niat baiknya harus dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang menguntungkan baik bagi Iran maupun AS. Hanya dengan begitu Obama bisa memulihkan kembali kepercayaan antara kedua negara yang telah terhenti selama tiga puluh tahun.

###

* Ahmad Sadri yang lahir di Iran ini adalah ketua kajian dunia Islam James P. Gorter di Lake Forrest College dan kolumnis untuk koran Iran, Etemade Melli. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

(Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 27 Maret 2009, www.commongroundnews.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s