Umat Muslim membantu Haiti

Umat Muslim membantu Haiti
Wajahat Ali
Fremont, California – Haiti tengah mengalami penderitaan luar biasa akibat gempa bumi dahsyat, dengan lebih dari 150.000 orang meninggal, dan satu hingga tiga juta orang kehilangan tempat tinggal. Para individu, kelompok dan pemerintah dari seluruh dunia membantu apa saja yang bisa mereka lakukan. Disatukan oleh tradisi sedekah mereka, orang-orang Muslim telah menjadi mitra efektif dalam upaya memberi bantuan dan pertolongan.

Upaya internasional untuk membantu Haiti oleh para individu, organisasi-organisasi Islam penyalur bantuan, dan pemerintah negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim mencerminkan kedermawanan proaktif dan empati yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan al-Qur’an. Bahkan, zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib hukumnya, dan organisasi-organisasi Muslim telah bekerja bersama-sama kelompok-kelompok agama lain untuk menunaikan kewajiban ini.

Islamic Relief, salah satu organisasi amal pertolongan bencana yang paling disegani dan sukses di dunia, telah menggunakan teknologi, media baru dan situs jejaring sosial untuk menggalang dukungan masyarakat. Bersama “Seekers Digest”, sebuah blog komunitas Muslim populer dari Kanada, Islamic Relief menyelenggarakan “Muslim Online Haiti Fundraiser” dan mengumpulkan lebih dari 100.000 dollar dalam dua jam. Organisasi ini juga memanfaatkan kemitraannya dengan Gereja Mormon untuk mengirim peralatan kesehatan dan tenda-tenda darurat ke Haiti, selain menjanjikan total bantuan sebesar 2,5 juta dollar.

Islamic Relief juga mengirimkan tim tanggap darurat untuk membantu secara langsung para korban di Haiti. Para pekerja bantuan Muslim terus mengisi sebuah blog harian dengan catatan-catatan menenangkan tentang tragedi tersebut.

Untuk membantu Islamic Relief, artis dan aktivis komunitas Muslim Amerika berhimpun untuk mengisi konser amal di New York City, yang diselenggarakan oleh Inner-City Muslim Action Network (IMAN), dan menggunakan kesempatan ini untuk menggalang donasi bagi Haiti. Di Chicago, IMAN bermitra dengan sinagog dan gereja lokal untuk menggalang dana bantuan.

Pemerintah dan LSM dari negara-negara yang dikenal sering menerima bantuan juga ikut bergerak. Dua LSM Pakistan, Al-Khidmat Foundation dan Edhi Foundation, menggalang upaya untuk membantu rakyat Haiti, meski politik dan ekonomi negara mereka sendiri sedang dalam situasi tak menentu. Kedua organisasi ini telah mempunyai cukup pengalaman di bidang ini karena pernah menangani gempa bumi dahsyat 2005 yang menewarkan hampir 80.000 orang di Pakistan utara. Edhi Foundation telah menjanjikan 500.000 dollar untuk membantu Haiti.

Bicara tentang musibah Haiti, presiden Al-Khidmat Foundation, Niamatullah Khan, mengatakan, “Islam mewajibkan kita untuk membantu mereka yang dalam kesulitan… Kemanusiaan harus didahulukan.”

Di Timur Tengah, Dubai Cares, organisasi non-profit yang didedikasikan untuk memastikan anak-anak mendapat pendidikan, memberikan bantuan segera bagi 200.000 anak-anak di Haiti melalui mitra-mitra internasionalnya yang sudah lebih dahulu tiba di sana. Pemerintah-pemerintah Bahrain, Kuwait, Maroko dan Turki masing-masing telah menjanjikan 1 juta dollar dana bantuan, selain mengirim pesawat-pesawat kargo yang mengangkut peralatan medis, makanan, tenda dan selimut.

Iran mendonasikan 30 ton bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, tenda dan obat-obatan melalui Komunitas Bulan Sabit Merah-nya. Dan orang-orang Palestina, melalui Palang Merah, juga telah memulai upaya mengirimkan donasi.

Lebanon pun mengirimkan sebuah pesawat dengan 25 ton tenda dan tiga ton peralatan kesehatan. Dan Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar, mengirimkan 2.1 juta dollar bantuan. “Sebagai negara yang pernah mengalami musibah serupa, kami tentu sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Haiti,” kata Menlu Indonesia Marty Natalegawa dalam pertemuan ASEAN di Vietnam. “Kami menyeru masyarakat ASEAN, tentu termasuk kami sendiri, untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka.”

Menurut Habiba Hamid, penerima beasiswa di Centre for the Study of Global Governance, London School of Economics, keteladanan beramal ini bukanlah hal asing, bahkan merupakan norma bagi masyarakat Muslim. Ia mengatakan, “Tanpa [negara-negara Muslim], kita tak akan punya Program Pangan Dunia PBB (WFP), yang kini terbukti sangat penting di Haiti.” Pada 2008, ketika WFP mengeluarkan seruan mendesak untuk menggalang dana lantaran melambungnya harga makanan dan minyak, untuk bisa mengurangi tingkat kelaparan dan kemiskinan global, Arab Saudi menjanjikan 500 juta dollar, sehingga WFP menganugerahi Raja Abdullah gelar “Kampiun dalam Perang Melawan Kelaparan.”

Kendati perjalanan untuk membangun kembali Haiti masih panjang dan butuh kesabaran, upaya-upaya pertolongan oleh umat Muslim dari seluruh dunia membuktikan bahwa kadang kala mitra paling terpercaya dan efektif kita dalam usaha kemanusiaan tidaklah selalu mereka yang kita harapkan.
###

* Wajahat Ali adalah penulis naskah drama, pengacara sekaligus jurnalis. Ia mempunyai blog di Goatmilk (www.goatmilk.wordpress.com). Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 29 Januari 2010, www.commongroundnews.org
Telah memperoleh izin publikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s